MAROKO133 Eksklusif gadget: XOC BIOS 2.001 Watt untuk ASUS GeForce RTX 5090 Muncul ke Publ

📌 MAROKO133 Hot gadget: XOC BIOS 2.001 Watt untuk ASUS GeForce RTX 5090 Muncul ke

Jakarta, Gizmologi – Dunia overclocking kelas ekstrem kembali dibuat heboh setelah munculnya vBIOS XOC berdaya 2.001 watt untuk kartu grafis ASUS GeForce RTX 5090. BIOS ini awalnya dirancang untuk kalangan profesional yang biasa bermain dengan LN2, power mod, dan konfigurasi ekstrem lainnya. Namun seperti yang sering terjadi, versi seperti ini sesekali bocor dan akhirnya bisa diakses publik. Dampaknya tidak main-main karena BIOS ini membuka batas daya hingga level multi-kilowatt, sesuatu yang bahkan di luar jangkauan overclocker rumahan sekalipun.

Fenomena ini memunculkan kembali diskusi soal batas aman perangkat konsumen dan bagaimana pihak produsen sebenarnya tidak mendesain kartu grafis untuk kondisi seperti ini. BIOS XOC memang memberi ruang eksperimen bagi pengguna antusias, tetapi konsekuensinya besar. Mulai dari konsumsi daya yang absurd hingga pendinginan ekstrem yang sudah pasti tidak bisa dicapai dengan setup water cooling biasa, apalagi air cooling. Bahkan bagi kalangan enthusiast, risiko kerusakan juga tetap tinggi.

Di sisi lain, munculnya BIOS ini menegaskan bahwa ekosistem overclocking ekstrem masih sangat hidup. Rekor kecepatan GPU terbaru dan percobaan tuning agresif biasanya lahir dari komunitas kecil ini. Namun tetap saja, rilis BIOS seperti ini membuat banyak pengguna awam tergoda mencobanya padahal dampaknya bisa berakhir fatal bagi perangkat mereka.

Baca Juga: COLORFUL Perluas Lini Motherboard B850 di Indonesia, Hadirkan Tiga Model untuk Segmen Berbeda

Kemampuan Overclocking: 3.5 GHz GPU dan 36 Gbps Memori

Sebelumnya, BIOS XOC 2.001 watt ASUS GeForce RTX 5090 ini hanya tersedia untuk kartu grafis eksklusif yang dirilis di China seperti ASUS ROG Astral RTX 5090D dan Galax GeForce RTX 5090D HOF. Dengan BIOS tersebut, Galax berhasil mencatatkan kecepatan core GPU hingga 3.570 MHz dan memori GDDR7 mencapai 2.250 MHz. Kecepatan ini bahkan meningkatkan bandwidth menjadi 2.304 TB/detik, naik hampir 29% dibanding spesifikasi standar. Angka-angka ini sudah berada di level kompetisi overclocking global yang memakai nitrogen cair untuk menjaga suhu tetap di bawah titik beku.

Masalahnya dari ASUS GeForce RTX 5090 BIOS XOC 2.001 watt ini adalah daya sebesar itu tidak mungkin ditopang oleh konektor 12V-2×6 standar yang memiliki batas 600 watt. Untuk mencapainya, overclocker harus memakai beberapa konektor yang difuse atau sistem power delivery custom. Itu berarti setup ekstrem, rumit, mahal, dan sama sekali bukan untuk pengguna biasa. ASUS sendiri jelas tidak mendukung penggunaan seperti ini dan garansi akan gugur begitu BIOS terinstal.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa XOC BIOS ASUS GeForce RTX 5090 versi ini kini kompatibel dengan RTX 5090 versi reguler, bukan hanya varian “D” eksklusif China. Ini memperluas peluang eksperimen bagi komunitas, tetapi sekaligus meningkatkan risiko pengguna awam mencoba sesuatu yang sebenarnya tidak diperuntukkan bagi hardware mereka.

Risiko Tinggi dan Tidak Direkomendasikan untuk Pengguna Biasa

Walaupun menarik untuk dibahas, penggunaan BIOS XOC ASUS GeForce RTX 5090 seperti ini sama sekali tidak direkomendasikan untuk sebagian besar pengguna. Kartu grafis kelas konsumen tidak dirancang untuk menarik daya hingga ribuan watt. Bahkan power supply 1000 hingga 1600 watt pun tidak cukup untuk konfigurasi ini tanpa modifikasi. Pendinginan standar juga akan langsung kewalahan karena tegangan yang dipaksa naik ke 1.15 V secara permanen.

Overclocking ekstrem dari ASUS GeForce RTX 5090 memang punya tempatnya sendiri sebagai ranah eksperimen dan kompetisi, tetapi batas yang diberikan produsen bukan tanpa alasan. GPU modern memiliki lapisan proteksi untuk mencegah kerusakan, dan BIOS seperti ini secara langsung membypass sebagian sistem tersebut. Jika pengguna memaksakan instalasi BIOS pihak ketiga seperti ini, konsekuensinya sepenuhnya ada pada mereka.

Secara keseluruhan, kemunculan XOC BIOS ini menarik dari sisi perkembangan dunia overclocking ekstrem. Namun bagi kebanyakan pengguna RTX 5090, jelas ini adalah sesuatu yang sebaiknya hanya dibaca saja, bukan dicoba. GPU yang harganya puluhan juta rupiah lebih aman dipakai sesuai spesifikasi, bukan mendorongnya menjadi pemanas ruangan berdaya 2 kilowatt.

Artikel berjudul XOC BIOS 2.001 Watt untuk ASUS GeForce RTX 5090 Muncul ke Publik, Dorong Overclocking ke Level Ekstrem yang ditulis oleh Christopher Louis pertama kali tampil di Gizmologi.id

🔗 Sumber: www.gizmologi.com


📌 MAROKO133 Breaking gadget: Samsung Galaxy Z TriFold Dikabarkan Lebih Murah dari

Jakarta, Gizmologi – Rumor mengenai Samsung Galaxy Z TriFold kembali menguat menjelang peluncurannya di Korea bulan depan. Smartphone tri-fold pertama Samsung ini sudah lama menjadi bahan spekulasi karena digadang sebagai terobosan besar di pasar foldable. Namun fokus publik tidak hanya pada desain tiga lipatan, tetapi juga pada harganya yang diprediksi akan sangat mahal. Dengan teknologi layar yang kompleks dan perangkat keras kelas premium, Z TriFold sempat diperkirakan menembus angka yang lebih tinggi dibanding seri foldable Samsung sebelumnya.

Teknologi foldable saat ini masih berada di tahap yang terbilang premium dan rumit. Lebih banyak engsel berarti lebih banyak titik rawan dan biaya produksi yang meningkat. Ditambah dengan ukuran layar tri-fold yang jauh lebih besar dari foldable generasi dua atau tiga lipatan, ekspektasi harga pun ikut melambung. Oleh karena itu, kabar terbaru yang menyebutkan harga lebih rendah dibanding prediksi awal menjadi menarik bagi calon pengguna yang mengikuti perkembangan perangkat ini.

Meski demikian, perlu diingat bahwa rumor harga dan spesifikasi sering berubah menjelang peluncuran resmi. TriFold juga diperkirakan hadir dalam satu varian warna dan satu kapasitas penyimpanan saja, sebuah keputusan yang mungkin bertujuan menekan biaya produksi. Langkah ini bisa dianggap positif dari sisi harga, namun di sisi lain mengurangi opsi personalisasi bagi pengguna yang terbiasa dengan banyak pilihan varian.

Baca Juga: Review Samsung Galaxy A07: Entry-Level Praktis dengan Fitur Keamanan Komplit

Harga Lebih Rendah dari Prediksi, Tapi Tetap Premium

Menurut laporan terbaru dari jurnalis Korea, yeux1122, Samsung Galaxy Z TriFold kemungkinan dibanderol sekitar 3.6 juta won atau sekitar 2.447 dolar AS di pasar lokal. Angka ini memang bukan harga yang ramah kantong, tetapi masih lebih rendah dari rumor sebelumnya yang menyebutkan harga mencapai 4 juta won atau sekitar 2.720 dolar AS. Penurunan perkiraan harga ini memberi sedikit ruang optimisme bahwa Samsung mencoba menyeimbangkan inovasi dan aksesibilitas.

Namun tetap saja, harga dari Samsung Galaxy Z TriFold masih berada jauh di atas perangkat foldable tradisional seperti Galaxy Z Fold series. Bagi sebagian pengguna, ini bisa menjadi penghalang utama. Samsung tampaknya sadar bahwa pasar tri-fold adalah segmen ultra-premium yang tidak ditujukan untuk arus utama. Menurut laporan yang sama, perangkat ini hanya akan dijual langsung oleh Samsung, bukan melalui jaringan retail luas. Keputusan ini berpotensi memperkuat kesan eksklusif, meski sekaligus membatasi jangkauan distribusi.

Dengan hanya memiliki satu pilihan warna dan satu konfigurasi penyimpanan, Samsung tampaknya ingin meminimalkan kompleksitas produksi demi menjaga stabilitas harga. Walaupun masuk akal dari perspektif manufaktur, strategi ini bisa jadi kurang menarik bagi pengguna yang terbiasa memilih varian sesuai preferensi gaya dan kebutuhan penyimpanan.

Layar Jumbo, Kamera 200 MP, dan Baterai Besar

Di sisi spesifikasi, Galaxy Z TriFold dikabarkan membawa layar internal berukuran 10 inci dan cover screen 6.5 inci. Kombinasi ini menjadikannya salah satu perangkat mobile terbesar Samsung yang tetap bisa dilipat dan dibawa dalam bentuk ringkas. Jika akurat, TriFold berpotensi menjadi perangkat hiburan dan produktivitas yang lebih fleksibel dibanding smartphone lipat dua layar yang ada saat ini.

Pada sektor kamera, rumor menyebutkan bahwa Galaxy Z TriFold memiliki sensor utama 200 MP. Ini menunjukkan Samsung tidak hanya fokus pada form factor unik, tetapi juga mempertahankan standar tinggi pada kemampuan fotografi. Sensor resolusi besar mungkin memberikan detail yang kuat, namun tantangannya ada pada pengolahan gambar dan stabilisasi, terutama pada perangkat yang memiliki desain lipat yang jauh lebih kompleks.

Samsung juga dikabarkan menanamkan baterai 5.437 mAh ke dalam perangkat Galaxy Z TriFold. Angka ini cukup besar untuk ukuran smartphone, tetapi wajar mengingat layar tri-fold yang lebih luas akan membutuhkan daya lebih besar. Tetap saja, multitasking dan konsumsi daya yang tinggi bisa membuat daya tahan baterai menjadi tantangan tersendiri bagi Samsung, terutama jika optimisasi sistem tidak dilakukan secara efisien.

Artikel berjudul Samsung Galaxy Z TriFold Dikabarkan Lebih Murah dari Prediksi Awal, Siap Debut Bulan Depan yang ditulis oleh Christopher Louis pertama kali tampil di Gizmologi.id

🔗 Sumber: www.gizmologi.com


🤖 Catatan MAROKO133

Artikel ini adalah rangkuman otomatis dari beberapa sumber terpercaya. Kami pilih topik yang sedang tren agar kamu selalu update tanpa ketinggalan.

✅ Update berikutnya dalam 30 menit — tema random menanti!

Author: timuna