📌 MAROKO133 Update gadget: Blibli Store Hadirkan The New Apple Shop, Pengalaman Be
Jakarta, Gizmologi – Blibli menghadirkan The New Apple Shop di Blibli Store mereka, sebuah tempat khusus yang memberikan pelanggan sebuah pengalaman baru, Selasa (11/11). The New Apple Shop hadir dengan desain modern dan nuansa elegan.
”Kami bangga bahwa Blibli Store Central Park dipercaya oleh Apple untuk mengoperasikan The New Apple Shop di Indonesia,” ujar Alvin Harirahardjo, Director of Retail Operations PT Global Teknologi Niaga (GTNi), di Blibli Store, Mall Central Park, Jakarta Barat.
Hadirnya konsep Apple Shop di Blibli Store bukan hanya mengubah suasana menjadi modern namun memberikan kepercayaan brand principal kepada Blibli yang telah menjadi Apple Authorized Reseller sejak 2022. Untuk memeriahkan konsep baru ini, Blibli juga memberikan promo untuk pelanggan.
Baca Juga: Tips Pilih Headset Brand ORI Sesuai Kepribadian Kamu di Blibli
Apa Saja yang ada di The New Apple Shop?
The New Apple Shop menampilkan jajaran produk Apple lengkap dengan keaslian dan garansi resmi dari Blibli. Di dalamnya, pelanggan dapat mencoba langsung berbagai produk Apple terbaru dan mendapatkan panduan dari Apple Champion, tenaga ahli terlatih yang siap memberikan edukasi serta rekomendasi personal di toko.
Panduan tersebut dibagikan dalam Blibli Masterclass, sesi interaktif yang membantu pelanggan memaksimalkan potensi perangkat dan ekosistem digital mereka. Dengan begitu, The New Apple Shop dirancang untuk memberikan pengalaman yang melampaui sekadar transaksi.
Melalui pendekatan ini, Blibli memperluas fungsinya tidak hanya sebagai ritel premium, tetapi juga pusat pembelajaran dan inspirasi digital bagi pelanggan yang ingin mengenal lebih dalam dunia teknologi Apple. The New Apple Shop ini juga memperkuat posisi Blibli Store Central Park sebagai Authorized Apple Reseller (AAR) multi-brand terlengkap di Indonesia.
“Kami ingin setiap pelanggan merasakan bagaimana pengalaman premium, keahlian, dan ekosistem tepercaya kami berpadu menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih personal, bermakna, dan tentu saja Pasti ORI,” ungkap Alvin.
Selama masa peluncuran The New Apple Shop, pelanggan dapat menikmati berbagai promo eksklusif, mulai dari cicilan 0% hingga 12 bulan dan Gratis Perlindungan Lengkap hingga 24 bulan tanpa biaya tambahan. Didukung dengan opsi pembayaran lengkap, semua transaksi di toko ini terintegrasi dengan ekosistem Blibli Tiket, menghadirkan kemudahan dan keuntungan tambahan melalui Blibli Tiket Rewards.
Harga iPhone 17 Series di Blibli
Saat ini, kamu sudah bisa merasakan langsung iPhone 17 Series di Blibli Store atau membeli perangkatnya secara online. Untuk iPhone 17 Pro varian 256GB ditawarkan seharga Rp23.749.000 dan iPhone 17 Pro Max varian memori 256GB seharga 25.749.000.
Ada juga iPhone Air varian 256GB seharga Rp21.249.000, perangkat ini hanya mendukung eSIM. Lalu, Blibli juga menyediakan iPhone 17 varian 256GB ditawarkan dengan harga Rp17.249.000.
iPhone 17 Pro Max dan 17 Pro memiliki desain yang menarik perhatian. Sedangkan di iPhone 17, disematkan Ceramic Shield 2 yang dirancang tiga kali lebih kuat, untuk permukaan kaca depan lebih kokoh. Ada 7 lapisan antireflektif khusus, yang juga membuat konten dari layar lebih jelas terlihat, termasuk dalam pencahayaan indoor.
Artikel berjudul Blibli Store Hadirkan The New Apple Shop, Pengalaman Belanja Premium yang ditulis oleh Zihan Fajrin pertama kali tampil di Gizmologi.id
🔗 Sumber: www.gizmologi.com
📌 MAROKO133 Eksklusif gadget: Kontroversi Penggunaan Gambar AI di Call of Duty Ter
Jakarta, Gizmologi – Rilis terbaru Call of Duty kembali memicu diskusi hangat, bukan karena mekanik gameplay atau kualitas konten Kampanye dan Multiplayer-nya, melainkan karena dugaan penggunaan gambar AI sebagai elemen visual dalam game. Hanya beberapa jam setelah peluncuran, para pemain mulai membagikan tangkapan layar yang memperlihatkan sejumlah gambar yang dinilai memiliki ciri khas hasil generatif. Tren ini bukan hal baru di industri game, tetapi tetap saja menempatkan Call of Duty dalam sorotan yang kurang menyenangkan.
Beberapa screenshot yang beredar menunjukkan detail yang dianggap tidak wajar, mulai dari jari tangan berjumlah enam, posisi mata yang tidak presisi, hingga komposisi karakter yang cenderung aneh. Bagi sebagian pemain, masalah ini bukan sekadar soal estetika, tetapi juga menyangkut kualitas konten yang dijadikan reward dari penyelesaian tantangan di dalam game.
Di sisi lain, sebagian komunitas melihat fenomena ini sebagai bagian dari transisi industri kreatif menuju pemanfaatan teknologi yang lebih efisien. Game AAA dengan konten besar membutuhkan produksi visual yang masif, dan penggunaan AI bisa menjadi solusi untuk mempercepat pipeline.
Baca Juga: Controller Baru Call of Duty, Tawarkan Fitur Melebihi Controller Standar
Dugaan Gambar AI dan Reaksi Komunitas
Reaksi komunitas Call of Duty cukup keras sejak unggahan-unggahan pemain mulai viral. Banyak yang menyebut kualitas gambar tersebut “sloppy” dan tidak pantas berada dalam game yang memiliki reputasi tahunan dengan standar produksi tinggi. Detail seperti proporsi wajah yang tidak lazim atau elemen visual yang tampak “membaur” membuat sebagian pemain yakin bahwa ini bukan hasil tangan artis profesional.
Beberapa pemain Call of Duty juga melaporkan dugaan gambar AI pada konten dalam mode kampanye Black Ops 7, yang tahun ini sepenuhnya online dan berorientasi multiplayer. Hal ini mempertegas persepsi bahwa gambar AI bukan hanya muncul di reward kosmetik, tetapi juga merembes ke konten naratif. Meskipun bukti konkret belum ada, diskusi terus meluas dan menimbulkan kekhawatiran soal transparansi proses kreatif.
Namun, perlu diakui bahwa tidak mudah memastikan mana konten yang benar-benar dibuat oleh artis manusia dan mana yang diperkuat atau dihasilkan dari AI. Industri game semakin banyak menggunakan pipeline hybrid, di mana elemen generatif ditingkatkan oleh tim kreatif untuk mencapai hasil akhir yang lebih cepat.
Pernyataan Resmi Activision dan Pertanyaan Etis
Menanggapi kritik yang terus berkembang, Activision akhirnya memberikan pernyataan resmi. Mereka menegaskan bahwa studio mereka menggunakan berbagai alat digital termasuk AI untuk mendukung proses kreatif, namun tetap menempatkan artis manusia sebagai pihak yang memimpin dan menyelesaikan konten akhir. Pihak perusahaan juga menekankan bahwa AI diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti tenaga kreatif.
Pernyataan ini memperlihatkan dua sisi yang harus dilihat secara seimbang. Di satu sisi, penggunaan AI memang sudah menjadi praktik umum di berbagai industri kreatif, termasuk film dan ilustrasi. Di sisi lain, jika konten final yang dirilis masih memiliki kesalahan visual yang mencolok, wajar bila pemain mempertanyakan apakah proses quality control berjalan sebagaimana mestinya. Reputasi game AAA membuat ekspektasi komunitas lebih tinggi.
Pada akhirnya, perdebatan soal AI imagery di Call of Duty menyinggung isu yang lebih besar: apakah industri game siap menjaga kualitas sambil mengadopsi teknologi baru. Pemain ingin efisiensi, tetapi tidak ingin kualitas visual menurun. Studio ingin fleksibilitas, tetapi tetap harus mempertahankan standar kreatif mereka.
Artikel berjudul Kontroversi Penggunaan Gambar AI di Call of Duty Terbaru yang ditulis oleh Christopher Louis pertama kali tampil di Gizmologi.id
🔗 Sumber: www.gizmologi.com
🤖 Catatan MAROKO133
Artikel ini adalah rangkuman otomatis dari beberapa sumber terpercaya. Kami pilih topik yang sedang tren agar kamu selalu update tanpa ketinggalan.
✅ Update berikutnya dalam 30 menit — tema random menanti!
